Selasa, 19 April 2011

Menjadi Umat yang Cerdas, Merealisasikan Mega Proyek Peradaban Islam



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5S8jQLl-o4unLfg3lC-79qNQlPYv9yeMC_QiBkCwRHXJa4zFYW4dicoKH2PDxRYiy6NuXaTu8WxIsclxqAhJ8Z0VtOnUaPn4QkmgxJpkPRO_jC6uoSSg6QBsEsY6ZyUj3CtJtjkkJDHA/s400/1396746066_44f62f996e.jpg
Islamedia - Fath Al Mushili berkata bahwasanya hati jika ia tidak diberi hikmah dan ilmu selama tiga hari, maka ia akan mati. Karena sesungguhnya hidangan hati adalah ilmu dan hikmah, dan dengan itu ia akan hidup, sebagaimana hidangan bagi tubuh adalah makanan dan minuman.

Islam sangat menekankan kepada umatnya agar menjadi orang yang cerdas dan mampu menguasai ilmu pengetahuan, baik itu sifatnya ilmu syariah maupun humaniora. Seperti halnya pada zaman Rasulullah Muhammad saw waktu perang badar, dimana beliau meminta tebusan dengan pembebasan tawanan orang-orang musyrik dengan cara setiap tawanan diminta untuk mengajar baca tulis kepada 10 anak-anak muslim, hal ini dilakukan dalam rangka menghapuskan buta huruf dikalangan umat Islam kala itu.

Ilmu akan membantu manusia dalam kehidupannya, mempermudah jalan hidupnya, menyingkat waktu dan memperpendek jarak, sehingga yang jauh menjadi dekat dan yang keras menjadi lunak. Akan tetapi ilmu itu sendiri tidak dapat menjamin kebahagiaan seseorang dan tidak dapat membatasi perjalanannya, juga tidak mampu meluruskan egoismenya serta pengaruh nafsu jahatnya.

Karena itulah Islam hadir dengan konsep yang sempurna dalam penguasaan terhadap ilmu pengetahuan sehingga ada kontrol yang jelas terhadap keistimewaan ilmu pengetahuan karena sesungguhnya Ilmu ke-islam-an inilah yang akan memelihara ilmu materi/dunia dari berbagai penyimpangan dan kehancuran.

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk belajar dan menuntut ilmu, serta menghormati kedudukan akal. Apalagi sekarang ini kita tengah berada di abad ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Segala macam peristiwa diseluruh muka bumi ini sebagian besarnya telah dapat kita ketahui hanya dalam hitungan menit bahkan detik. Dan saat ini pula kita hidup di zaman yang penuh pergolakan dan konflik antar ideologi dan pemikiran, maka, aktivis peradaban wajib berusaha dengan sungguh-sungguh dan maksimal memahami berbagai arus pemikiran yang berkembang. Wawasan ini akan memberikan warna tersendiri dalam menentukan tepat dan tidaknya suatu strategi begitu pula dengan kebenaran yang utama serta nilai dari setiap perbuatan. Kemajuan ilmu pengetahuan menjadi tantangan tersendiri bagi setiap aktivis peradaban dalam merealisasikan proyek terbesanya; yaitu menggapai kecemerlangan di millennium ketiga ini dengan mengembalikan peradaban yang dulu pernah menjadi peradaban terbesar dunia; kecemerlangan peradaban islam.

Ikhsan Pallawa, S.Pd.I 
Koordinator Pusat Kajian Kepemimpinan Indonesia Masa Depan

Gajah, Sistem dan PKS

Jika Anda menjadi bagian dari luar sistem serta tujuannya berbeda dengan sistem, mari bekerjasama dengan hal yang disepakati dan bertoleransi dengan hal yang berbeda.
---
Oleh: Ferdian*
(Mahasiswa Pasca Sarjana TMI ITB 2010 dan Penasehat LSM ICON Bandung)
...
Suatu ketika seorang buta datang ke kebun binatang. Dia mau tau binatang yang bernama gajah. Sampai di kebun binatang dia sampaikan keinginannya kepada petugas kalau dia mau tau tentang gajah.

Petugas tsb mengantarkan ke kandang gajah. Kebetulan gajahnya sedang istirahat, duduk-duduk. Didekatkannya orang buta tersebut dan disuruh pegang oleh petugas.

Saat itu dia memegang belalai gajah. Bentuknya panjang, bulat, kulitnya kasar. Simpulannya orang buta, Gajah adalah hewan yang bentuknya panjang, bulat dan kulitnya kasar.

Sampai dirumah, dia ceritakan kesemua anggota keluarganya, bahwa Gajah adalah hewan yang bentuknya panjang, bulat dan kulitnya kasar.

Dikasih tau oleh anggota keluarga yang lain bahwa itu bukan gajah tetapi belalai gajah...tetapi tetap ngotot karena dia merasakan sensasinya memegang langsung.

--
Kisah di atas selalu saya ungkapkan mengawali kuliah tentang sistem. Baik kuliah dasar sistem, pengembangan sistem ataupun sistem yang sudah spesifik (mis.ERP). Dalam buku System Thinking - Gharajedaghi 2006, ada istilah Holistic Thinking. Holistic Thinking merupakan cara pikir secara menyeluruh dengan mengindahkan bagian-bagian dari objek pemikiran secara integral.

Holistic Thinking sering kali digunakan untuk menganalisis suatu sistem. Sistem merupakan entitas yang terdiri dari paling sedikit dua elemen dan memiliki relasi yang menghubungkan antar elemennya (Ackoff: 2006) atau a regularly interacting or interdependent group of items forming a unified whole (Daellenbach & McNickle: 2005).

Dalam buku Fifth Discpline, Peter Senge lebih suka dengan istilah System Thinking. System Thinking menjelaskan bagaimana memahami cara kerja sistem secara keseluruhan, karena tanpa orientasi sistemik maka tidak ada motivasi untuk melihat bagaimana disiplin lainnya saling berhubungan.

Untuk mengenal suatu sistem, maka perlu untuk mengenal 5 prinsip atau karakter sistem:

1. Openness: Sistem hanya dapat dimengerti oleh lingkup/cakupan sistem tersebut saja.
2. Purposefulness: Sistem ada karena dan pasti punya tujuan yang ingin dicapai.
3. Multidimensionality: Memandang dan mendefinisikan sistem tidak bisa hanya dari satu aspek saja. Sistem bisa dilihat dari beragam aspek. Aspek bisa dikatakan sudut pandang.
4. Counterintuitiveness: Sistem dapat mengeluarkan output yang tidak diharapkan
5. Emergent properties: Karakter suatu sistem terbentuk dari kolaborasi bagian-bagian dalam sistem.

--
Kisah orang buta dan gajah merupakan kolaborasi holislistik thinking atau system thinking dengan pengertian fundamental sistem. Orang buta mengatakan bahwa gajah adalah panjang, bulat dan kasar karena cara pandang dia yang tidak holistik atau sistemik. Dia hanya memanfaatkan informasi yg dia miliki tanpa bertanya atau membandingkan dengan informasi lainnya (misal bertanya kepada petugas kebun binatang saat di kandang gajah, dll).

Akibatnya jelas sangat fatal.

--
Belakangan ini isu tentang PKS persis dikondisikan sebagaimana orang buta memandang gajah. Diperlihatkan dari sudut pandang sesuai kepentingan.

PKS dalam bulan ini saja sudah disudutkan dengan berita dari mantan kadernya (YS) dan yang terakhir mengenai pornografi.

Saya melihat ada 3 subjek pandang untuk 2 kasus ini:

1. Subjek bebas nilai
Ucapan subjeknya: "Ah masa iya PKS kayak gitu?"
Tindakan subjeknya: Mencari dan membandingkan berita dengan tag PKS dari sisi pro dan kontra.

2. Subjek pro PKS
Ucapan subjeknya: "Kita tunggu saja klarifikasi dari internal partai, tetaplah berhudznuzon" atau istilahnya tabayun.
Tindakan subjeknya: Mencari tau ke murobi, membuat tulisan bijak dan tetap berhudznuzon.

3. Subjek anti PKS
Ucapan subjeknya: "tuh kan, semua partai sama saja! Munafik".
Tindakan subjeknya: Mencari pembenaran.

Entah Anda menjadi subjek yang mana.

--
Berpikir holistik atau sistemik bukan hanya penting, tetapi bahkan menjadi cara pikir agar tidak "menjudge buku hanya dari cover-nya".

Proporsional-lah. Jika Anda menjadi bagian dari sistem tersebut, Anda punya kesempatan besar memelihara dan memperbaiki sistem agar menjadi lebih baik.

Jika Anda menjadi bagian dari luar sistem dan mempunyai tujuan yang sama dengan sistem, mari berlomba dalam kebaikan bukan malah tertawa bahkan menghina.

Namun jika Anda menjadi bagian dari luar sistem serta tujuannya berbeda dengan sistem, mari bekerjasama dengan hal yang disepakati dan bertoleransi dengan hal yang berbeda.

Mari bekerja untuk Indonesia!

Salam

Waktu Kita, Habis Dimana ?

by pak cah on April 17, 2011

Kita sering mendengar orang mengeluh soal waktu yang sangat terbatas. Waktu yang sangat sempit. Waktu yang pendek, sehingga banyak pekerjaan tidak bisa terselesaikan karena kekurangan waktu. Kita sering mendengar keluhan kemacetan lalu lintas Jakarta, yang menyebabkan waktu terbuang di jalanan. Waktu habis karena terjebak kemacetan ibukota Jakarta. Kalau di daerah, orang mengeluh soal lamanya menunggu angkutan umum, karena masih sangat jarang jumlahnya.
Ternyata, untuk bisa menghormati waktu memerlukan kelengkapan sarana dan prasarana. Memerlukan keterpaduan pengelolaan dalam segala aspeknya. Di antara hal yang bisa menghemat waktu adalah kualitas informasi di tempat umum dan di fasilitas publik. Bus kota kita belum memiliki jadwal yang pasti kapan berangkat dan kapan tibanya. Kereta api kita sudah relatif memiliki jadwal, namun belum bisa memenuhinya. Di bandara, stasiun dan terminal, masih belum cukup ramah untuk penghematan waktu.
Satu lagi catatan yang sangat berkesan bagi saya selama di Amerika dan Kanada, yaitu tetang “informasi yang informatif”. Sebagai orang kampung yang baru pertama kali menginjakkan kaki ke negeri adidaya, wajar jika memiliki sejumlah kekhawatiran. Misalnya, apakah akan lancar dan aman saja selama berpindah dari satu negara bagian ke negara bagian lainnya ? Semula, saya sempat khawatir tentang kelancaran perjalanan, karena belum memiliki gambaran tentang suasana bandara di Amerika dan Kanada.
Semua kekhawatiran itu akhirnya lenyap ketika untuk pertama kalinya saya transit di bandara Phoenix, dalam perjalanan dari San Fransisco menuju Houston. Alhamdulillah, pengalaman pertama ini membuat saya semakin percaya diri bahwa tidak ada kesulitan untuk mencari gate keberangkatan pesawat menuju Houston. Semua bagian bandara sangat informatif, sehingga tidak akan tersesat di dalam lingkungan bandara selama mau memperhatikan tanda-tanda. Akan mencari toilet, atau mencari lokasi bagage claim, atau mencari pintu keberangkatan, atau mau menuju pintu keluar, semua ada petunjuk yang sangat informatif.
Bandara Phoenix sangat luas dan terasa sangat panjang jarak menuju pintu keberangkatan pesawat transfer. Namun karena suasana sangat informatif, maka menjadi tidak ada kesulitan untuk menemukan lokasi pintu keberangkatan dimaksud.       Demikian juga saat transit di bandara Atlanta. Menuju pintu keberangkatan berikutnya, bisa dilakukan dengan membaca petunjuk arah yang sangat jelas dan ada di setiap bagian ruang dalam bandara. Saat petunjuk arah membawa saya ke bagian lantai bawah, ternyata jalannya buntu. Buntu ? Ya, karena itu adalah pintu untuk menaiki kereta api bawah tanah yang membawa kita menuju pintu keberangkatan dan bagage claim.
Di dalam kereta api bawah tanah inipun suasananya sangat informatif, karena ada tulisan mengenai nama tempat pemberhentian berikutnya, misalnya Gate A. Bukan hanya trulisan, namun juga disertai dengan suara pemberitahuan. Saat kereta sudah berhenti, ada tulisan yang menyatakan bahwa sekarang ini kita berada di Gate A, juga disertai suara, sehingga penumpang yang akan menuju Gate A turun di tempat ini. Menjelang berjalan, muncul tulisan lagi bahwa tempat pemberhentian berikutnya adalah Gate B. Begitu seterusnya, kereta api bawah tanah yang khusus melayani penumpang pindah pintu keberangkatan di dalam lingkungan bandara ini tidak akan menyebabkan orang salah turun selama mau membaca atau mendengarkan suara informasi di dalamnya.
Suasana bandara seperti ini sudah barang tentu sangat membantu semua penumpang. Fasilitas yang ada di dalam bandara secara umum juga sangat membantu kelancaran perjalanan. Misalnya saja toilet, disediakan sangat banyak toilet sehingga penumpang tidak akan kesulitan mencarinya. Di lokasi setiap toilet, biasanya dibagi menjadi tiga bagian. Ada toilet khusus laki-laki, toilet khusus perempuan dan toilet untuk keluarga. Ini juga menandakan perhatian yang besar terhadap kenyamanan penumpang. Namun yang tidak pernah ada di setiap bandara adalah mushalla, karena Amerika tidak memiliki kepedulian terhadap ritual ibadah. Anda harus pandai-pandai mencari tempat untuk shalat, karena memang tidak ada tempat khusus di seluruh area bandara.
Pengalaman saat ketinggalan pesawat juga berkesan bagi saya. Pesawat Delta yang membawa saya dari Washington DC menuju Los Angeles dengan transit di Atlanta mengalami keterlambatan hampir satu jam. Dampaknya saya ketinggalan pesawat sektor Atlanta – LA. Ini pengalaman pertama ketinggalan pesawat di Amerika. Kuncinya dua : tenang, dan mencoba membaca informasi. Memasuki pintu keberangkatan di bandara Atlanta, sudah ada informasi bahwa pesawat Delta menuju LA sudah terbang. Saya bersikap setenang mungkin.
Setelah saya cari informasi melalui papan tulisan atau peralatan yang ada di sekitar pintu keberangkatan, tampak ada sebuah alat kecil semacam alat scan, yang ada informasi agar kita men-scan boarding pass. Segera saya scan boarding pass yang saya miliki, benar, tercetak boarding pass baru. Luar biasa cepatnya sistem ini bekerja. Tertinggal pesawat, langsung dicarikan pesawat berikutnya. Ini merupakan bentuk pertanggungjawaban dan pelayanan optimal untuk melancarkan perjalanan. Dan yang lebih menarik lagi adalah, semuanya sangat informatif. Saya tidak memerlukan bertanya kepada siapapun untuk menemukan dan menggunakan mesin itu.
Suasana di dalam sarana transportasi umum juga sangat informatif. Di dalam setiap kereta api atau bus umum, terdapat penjelasan tertulis maupun dengan suara, mengenai tempat-tempat pemberhentian. Selama penumpang memperhatikan tulisan atau suara pemberitahuan, rasanya tidak akan salah turun. Situasi ini sangat membantu kelancaran perjalanan dan membuat penumpang tidak kesulitan mencari tempat tujuan.
Betapa nyaman dan lancar perjalanan dan kegiatan kita, jika di berbagai tempat dan fasilitas umum memiliki tingkat informasi yang sangat akurat seperti itu. Tidak membingungkan, tidak menyulitkan. Saya ingat saat berkegiatan di Taiwan, bulan Ramadhan tahun 2007 yang lalu. Suasana stasiun MRT (kereta api) Taipei, masih sangat kental huruf China, sehingga menyulitkan masyarakat pendatang yang tidak bisa membaca tulisan China. Pak Sutrisno yang menjemput saya di stasiun Taipei sampai berkeringat untuk mendapatkan lokasi kereta api yang hendak kami naiki.
Tiket MRT sudah dibawa pak Sutrisno, namun suasana stasiun tidak cukup informatif. Kami kebingungan kereta yang manakah yang sesuai tiket kami ? Stasiun MRT ada dua lantai. Ada banyak kereta di lantai atas, ada banyak pula kereta api di lantai bawah. Kereta yang mana dan yang ke arah mana ? Membaca tulisan, tidak bisa kami lakukan karena penjuh huruf China. Bertanya juga tidak bisa, karena petugas tidak bisa berbahasa Inggris. Saya dan Pak Sutrisno sampai berlari-lari menuju arah yang ditunjukkan oleh petugas, dan setiap bertanya dengan bahasa Inggris selalu dijawab dengan tunjukan tangan petugas mengarahkan kita menuju arah tertentu. Celakanya, arah yang ditunjukkan setiap petugas berbeda-beda, bahkan berlawanan.
Dampaknya kami ketinggalan MRT sesuai tiket. Namun tidak masalah, tiket tidak hangus, karena ada mesin untuk menukarkan tiket MRT dengan tiket MRT pada jam berikutnya. Setelah lelah bertanya dan lelah berlari mencari kereta, akhirnya dapat juga MRT-nya. Lega sekali bisa memasuki MRT sesuai tiket yang kami miliki. Namun tampak, bahwa suasana stasiun Taipei  tidak cukup informatif dan petugas tidak cukup membantu orang asing yang kebingungan. Saya sampai kasihan melihat Pak Sutrisno berkeringat membanjiri tubuh karena berlarian mencari posisi MRT.
Bangsa yang bisa menghormati waktu, tampak pada berbagai pelayanan publik yang dimilikinya. Anda akan melihat semua jam dinding yang dipasang di stasiun Shinkanzen di Tokyo, sama persis angkanya. Demikian pula, jam di dalam kereta cepat Shinkanzen, sama dengan yang dipasang di setiap stasiun yang dilewatinya. Dari awal keberangkatan, kita sudah mengetahui jam berapa Shinkanzen tiba di Osaka, jam berapa tiba di Hiroshima, jam berapa tiba di Fukuoka dan seterusnya. Ternyata semua tepat, sesuai jadwal yang tertera.
Bandara yang informatif, akan membuat kita bisa menghemat waktu. Transportasi umum yang informatif, juga membuat kita sangat hemat waktu. Tidak ada waktu yang kita habiskan untuk kebingungan atau bertanya-tanya kepada orang. Tidak ada waktu yang kita buang karena tersesat atau salah turun di stasiun yang bukan tujuan. Semua pertanyaan sudah terjawab oleh papan informasi atau pengumuman. Ini bentuk penghormatan atas waktu, bahwa waktu kehidupan kita sangat berharga. Jangan sampai terbuang untuk hal-hal yang tidak berguna atau tidak seharusnya.
Coba kita perhatikan, sesungguhnya waktu kita habis dimana ?
Ohio State, Maret – Yogyakarta, April 2011

Senin, 18 April 2011

Untuk Saudaraku yang Beralih

Islamedia - Mudah-mudahan
kau tak lupa. Dulu masing-masing kita duduk di lingkarannya. Dengan 
suguhan tilawah dan materi panah. Mata kecil kita dibuka oleh satu 
gelombang indah. Gelombang yang disatukan oleh ukhuwah dan digerakkan 
oleh hamasah. Yang menyeret kita hingga berada dalam lingkaran-lingkaran
kecil tarbiyah.

Semoga
kau tak melupakan jasa baik gelombang itu. Dia yang memperkenalkan 
islam pada kita. Saat jiwa yang tumbuh remaja masih lugu. Saat jiwa 
rawan terseret dunia. Lelap dalam pencarian jati diri. Mereka dan 
kebaikannya menyelamatkan kita.

Lalu
kalau gelombang itu berlabel harokah, maka adalah wajar bila ia 
berubah. Ia mengalir mengikuti permukaan zaman. Karena ia bukan air yang
tergenang.

Lalu kalau
banyak fitnah – internal dan eksternal, maka adalah wajar berlakunya 
sunnatullah. Kau tak menemukan jamaah dakwah yang selamat dari fitnah. 
Sejak dahulu, zaman para nabi, hingga sekarang.

Lalu
kalau banyak terjadi perbedaan, maka adalah wajar sekumpulan manusia 
bertentang faham. Mereka manusia yang bersemangat memikirkan dakwah, 
kemudian terkumpul banyak gagasan. Dan itu adalah kekayaan.

Kini
saat serbuan kabar dan tuduhan menghajar gelombang itu, kau memutuskan 
beralih membawa segenap kekecawaanmu. Sedangkan aku masih di sini, dalam
husnuzhonku. Karena berbagai berita itu tak dapat terkonfirmasi olehku.

Tapi
‘alaa kulli haal, kuharap masih ada rasa kasih sayang antara kita. 
Semoga ukhuwah yang dulu diperkenalkan oleh gelombang itu, masih 
tertanam dalam hati kita.

Saudaraku,
kalau kau masih mempercayai akan adanya orang-orang yang tulus dalam 
gelombang itu, maka kuminta kau berhenti menyudutkan ia di muka umum. 
Kalau kau masih percaya bahwa kejahatan mengintai gelombang itu, maka 
kuminta kau berhenti mengumpan anasir-anasir jahat untuk menghancurkan 
gelombang itu.

Kalau 
kritik yang kau berikan, dekatkan mulutmu ke telinga ku! Karena sedikit 
kritikmu terdengar oleh anasir-anasir jahat, maka anasir-anasir itu akan
membuat kritikmu menjadi adonan yang diberi soda kue hingga mengembang 
dan dibubuhi berbagi bumbu hujatan. Relakah kau mendengar saudaramu 
dicaci maki?

Kalau kau
masih percaya bahwa masih banyak orang yang baik dalam gelombang itu, 
aku minta kau bersedekah dengan diammu. Kenanglah kebaikan yang pernah 
diberikan oleh gelombang itu padamu, agar teredam hasrat untuk mengumbar
kekecewaanmu.

Dulu 
gelombang itu telah berbuat baik padamu. Kini, berbuat baiklah pada 
gelombang itu dengan menahan diri dari melampiaskan kekecewaanmu. Kalau 
kau mempercayai berita-berita itu, biarlah akhirat mengungkap semuanya. 
Biarkanlah orang-orang yang – kau percayai masih - tulus bekerja. Mereka
adalah orang-orang yang tidak terganggu oleh berita dan tuduhan itu. 
Mereka orang-orang yang sama sepertiku, tetap dalam husnuzhonnya. Atau 
mereka orang yang mengerti betul bahwa kebanyakan berita/tuduhan yang 
datang itu tidak valid.

Begitu akhi, sudikah kau memahaminya? (andaleh)

300,000 PKS supporters flock to Bung Karno Stadium

The Jakarta Post, Jakarta | Sun, 04/17/2011 12:08 PM | National
 
300,000 PKS supporters flock to Bung Karno StadiunAn estimated 300,000 members and supporters of the Islamic-based Prosperous Justice Party (PKS) are expected to flock to Bung Karno Stadiun in Central Jakarta on Sunday as the party celebrates its 13th anniversary.“This 13th anniversary commemoration will be attended by over 300,000 cadres and supporters. The enthusiasm is causing some traffic jams; we apologize for it,”  event steering committee chairman Triwisaksana said in Jakarta on Sunday. Participants came from the Greater Jakarta areas, including PKS president Luthfi Hasan Ishak and chief patron Hilmi Aminuddin.Heads of other party factions of the government coalition, Anas Urbaningrum of the Democratic Party and Aburizal Bakrie of the Golkar Party, as well as some foreign 
An estimated 300,000 members and supporters of the Islamic-based Prosperous Justice Party (PKS) are expected to flock to Bung Karno Stadium in Central Jakarta on Sunday as the party celebrates its 13th anniversary.

“This 13th anniversary commemoration will be attended by over 300,000 cadres and supporters. The enthusiasm is causing some traffic jams; we apologize for it,”  event steering committee chairman Triwisaksana said in Jakarta on Sunday. 

Participants came from the Greater Jakarta areas, including PKS president Luthfi Hasan Ishak and chief patron Hilmi Aminuddin.

Heads of other party factions of the government coalition, Anas Urbaningrum of the Democratic Party and Aburizal Bakrie of the Golkar Party, as well as some foreign ambassadors, were also seen at the event, Antara reported.

Ratusan Ribu Kader Padati Milad ke-13 PKS di GBK Senayan

Minggu, 17 April 2011 10:35 WIB 

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Ratusan ribu kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memadati Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, untuk memperingati milad ke-13 partainya, Ahad (17/4). Pada perayaan kali ini, PKS menegaskan "Siap Bekerja untuk Indonesia". 

Para keder yang diperkirakan tak kurang dari 500 ribu orang ini datang dari berbagai daerah di Jawa Barat dan daerah lainnya ini telah berbondong-bondong mendatangi area GBK sejak pukul 06.00 pagi tadi. Ratusan bus wisata juga menciptakan kemacetan di jalan utama menuju komplek Senayan. 

Presiden PKS Luthfi Hassan Ishaq mengatakan tidak ada hal khusus yang ini disampaikannya kepada para kader PKS yang hadir pagi ini. "Tidak ada yang luar biasa, seperti tahun lalu saja," ujar Luthfi singkat sebelum memasuki ruang VVIP Stadion GBK. Luthfi datang berdampingan dengan Sekjen PKS Anis Matta dan Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminuddin. 

Dalam siaran persnya, Ketua Panitia Milad PKS, Triwisaksana mengatakan bahwa usia PKS ke-13 ini saatnya bagi PKS untuk bekerja lebih keras untuk membawa Indonesia ke arah lebih baik. "Apapun masalah yang dihadapi, tidak akan menurunkan semangat PKS untuk memberikan yang terbaik," tulis Triwisaksana. 

Acara yang dihadiri perwakilan 18 kedutaan besar asing di Indonesia ini diramaikan oleh penampilan sejumlah grup musik papan atas sepertiCoklat, Fadly, Rindra Padi dan dipandu oleh pelawak Sule. Acara yang dimulai pukul 08.00 tadi dibuka oleh penampilan musik The Jack Mania. 

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates